Kamis, 29 November 2012

Laporan Pendahuluan PERILAKU KEKERASAN


LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN DENGAN PERILAKU KEKERASAN
Di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soerojo Magelang













Disusun oleh :
Ricky Priyatmoko
P 17420110025



PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2012



LAPORAN PENDAHULUAN
PERILAKU KEKERASAN

A.    Pengertian
     Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang tidak konstruktif. (Stuart dan Sundeen, 1995)
     Perilaku kekerasan/amuk dapat disebabkan karena frustasi, takut, manipulasi atau intimidasi. Perilaku kekerasan merupakan hasil konflik emosional yang belum dapat diselesaikan. Perilaku kekerasan juga menggambarkan rasa tidak aman, kebutuhan akan perhatian dan ketergantungan pada orang lain.
B.     Gejala klinis
     Gejala klinis yang ditemukan pada klien dengan perilaku kekerasan didapatkan melalui pengkajian meliputi : muka merah, pandangan tajam, otot tegang, nada suara tinggi, berdebat dan sering pula tampak klien memaksakan kehendak: merampas makanan, memukul jika tidak senang. ( Budiana Keliat, 2004)
a.         Penyebab
Untuk menegaskan keterangan diatas, pada klien gangguan jiwa, perilaku kekerasan bisa disebabkan adanya gangguan harga diri: harga diri rendah. Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Dimana gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan.

b.         Gejala Klinis
§  Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi)
§  Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri)
§  Gangguan hubungan sosial (menarik diri)
§  Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan)
§  Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien akan mengakiri kehidupannya.
       ( Budiana Keliat, 1999)

c.          Akibat
Klien dengan perilaku kekerasan dapat melakukan tindakan-tindakan berbahaya bagi dirinya, orang lain maupun lingkungannya, seperti menyerang orang lain, memecahkan perabot, membakar rumah dll.






C.    1.  Pohon Masalah

               Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan



Perilaku Kekerasan/amuk
 

            Core Problem                     

                                    Gangguan Harga Diri : Harga Diri Rendah

2.      Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji
a.    Masalah keperawatan:
1).    Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan
2).    Perilaku kekerasan / amuk
3).    Gangguan harga diri : harga diri rendah
b.   Data yang perlu dikaji:
1.         Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan
1).       Data Subyektif :
§  Klien mengatakan benci atau kesal pada seseorang.
§  Klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal atau marah.
§  Riwayat perilaku kekerasan atau gangguan jiwa lainnya.
2).       Data Objektif :
§  Mata merah, wajah agak merah.
§  Nada suara tinggi dan keras, bicara menguasai: berteriak, menjerit, memukul diri sendiri/orang lain.
§  Ekspresi marah saat membicarakan orang, pandangan tajam.
§  Merusak dan melempar barang‑barang.
2.         Perilaku kekerasan / amuk
1).       Data Subyektif :
§  Klien mengatakan benci atau kesal pada seseorang.
§  Klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal atau marah.
§  Riwayat perilaku kekerasan atau gangguan jiwa lainnya.
2).       Data Obyektif
§  Mata merah, wajah agak merah.
§  Nada suara tinggi dan keras, bicara menguasai.
§  Ekspresi marah saat membicarakan orang, pandangan tajam.
§  Merusak dan melempar barang‑barang.




3.         Gangguan harga diri : harga diri rendah
1).       Data subyektif:
Klien mengatakan: saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-apa, bodoh, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri.
2).       Data obyektif:
Klien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan, ingin mencederai diri / ingin mengakhiri hidup.
D.    Diagnosa Keperawatan
a.       Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan/amuk.
b.      Perilaku kekerasan berhubungan dengan gangguan konsep diri: harga diri rendah.

E.     Rencana Tindakan
SP I PASIEN :
1.      Membina hubungan saling percaya
2.      Mengidentifikasi penyebab PK
3.      Mengidentifikasi tnada dan gejala PK
4.      Mengidentifikasi PK yang dilakukan
5.      Mengidentifikasi akibat PK
6.      Menyebutkan cara mengontrol PK
7.      Membantu pasien mempraktekan latihan cara mengontrol fisik
8.      Menganjurkan pasien memasukkan dalm kegiatan harian

SP I KELUARGA :
1.      Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalmmerawat pasien
2.      Menjelaskan pengertian PK tanda dan gejala  terjadinya PK
3.      Menjelaskan cara merawat pasien dengan PK

SP II PASIEN :
  1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
  2. Melatih pasien mengontrol PK dengan cara fisik
  3. Menagnjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP II KELUARGA :
1.      Melatih  keluarga  mempraktekan cara merawat pasien dengan PK
2.      Melatih keluarga melakukan cara merawat langsung kepada pasien PK

a.       Tindakan Psikoterapeutik
Pasien :
1.      Membina hubungan saling percaya
2.      Mengidentifikasi penyebab PK
3.      Mengidentifikasi tanda dan gejala PK
4.      Mengidentifikasi bentuk PK yang pernah dilakukan
5.      Mengidentifikasi akibat PK
6.      Mengajarkan cara mengontrol PK antara lain:
7.      Membantu pasien mempraktekkan cara yang telah diajarkan
8.       Menganjurkan pasien untuk memilih cara mengotrol PK yang sesuai
9.      Memasukkan cara mengontrol PK yang telah dipilih ke dalam jadwal kegiatan harian
10.  Membantu pasien membuat rencana jadwal kegiatan di rumah
11.  Mendiskusikan tentang obat yang diminum (jenis, dosis, waktu minum, manfaat, dan efek samping).

Keluarga:
1.      Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien PK
2.      Memberikan pendidikan kesehatan tentang pengertian PK, tanda dan gejala, serta proses terjadinya PK
3.      Menjelaskan cara merawat pasien dengan PK
4.      Mengajarkan dan melibatkan keluarga dalam mempraktekkan cara merawat pasien dengan PK secara langsung di rumah sakit
5.      Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas pasien di rumah termasuk minum obat
6.      Menjelaskan follow up pasien setelah pulang


b.      Tindakan Psikofarmaka
1.      Memberikan obat-obatan tranguiliser sesuai program pengobatan pasien
2.      Memantau keefektifan dan efek samping obat yang diminum
3.      Mengukur vital sign secara periodik ( tekanan darah, nadi, dan pernafasan)
c.       Tindakan Manipulasi lingkungan
1.      Melibatkan pasien dalam terapi kelompok dan kegiatan sehari-hari
2.      Pertahankan agar lingkungan pasien pada tingkat stimulus yang rendah (penyinaran rendah, sedikit orang, dekorasi yang sederhana, dan tingkat kebisingan yang rendah)
3.      Observasi secara ketat perilaku pasien setiap 15 menit
4.      Singkirkan benda-benda yang dapat membahayakan dari lingkungan sekitar pasien
            (Workshop Standar Asuhan & Bimbingan Keperawatan Jiwa)








DAFTAR PUSTAKA

Keliat Budi A. Proses keperawatan kesehatan jiwa. Edisi 1. Jakarta: EGC. 1999
Tim Direktorat Keswa. Standart asuhan keperawatan kesehatan jiwa. Edisi 1. Bandung: RSJP.2000
Townsend M.C. Diagnosa keperawatan pada keperawatan psikiatri; pedoman untuk pembuatan rencana keperawatan. Jakarta: EGC. 1998
Stuart dan Sundeen,Proses keperawatan jiwa.Jakarta : EGC.1999


Jumat, 23 November 2012

Tokoh-Tokoh Islam dalam Ilmu Pengetahuan


Pada zaman Nabi Muhammad, beliau sangat intens berdakwah dengan dua aspek, yaitu agama dan ilmu pengetahuan. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah saja, tetapi juga menjadi tempat menimba ilmu pada zaman Nabi bahkan hingga sekarang. Mulai abad keempat hijriyah telah dibangun ruang khusus untuk belajar yang menyatu dengan Masjid, juga dibangun tempat penampungan para pelajar semacam asrama, pesantren atau boarding school.
Tahun 245 H di kota Fez, Maroko dibangun masjid besar yang tak hanya menjadi tempat ibadah tetapi menjadi tempat menuntut ilmu yang dihadiri mahasiswa dari banyak negara. Tak hanya belajar Tafsir, Hadits dan Fiqih tetapi juga Matematika, Astronomi dan Geografi. Masjid tsb. akhirnya terkenal sebagai Universitas Qairawan, universitas pertama yang mengadakan studi ilmu dari berbagai bidang.
Catatan sejarah mengatakan sepuluh mahasiswa non muslim menjadi alumni universitas tersebut. Salah satunya Galbart, seorang Pastur yang akhirnya menjadi Paus Silvester II. Dialah orang yang pertama kali memasukkan angka Arab ke Eropa dan menerjemahkan setiap ilmu yang ditulis umat Islam. Dia juga yang mensponsori Amandemen Undang-Undang Romawi dan disesuaikan dengan Syari’at Islam. Puncak dari kemajuan Islam adalah pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid dan putranya Al-Makmun. Pada masa itulah pertama kalinya berdiri Baitul Hikmah (Lembaga Ilmu Pengetahuan).
Itulah sekelumit sejarah peradaban Islam. Kita tentu ingin mengetahui siapakah orang-orang yang ahli tersebut. Mari kita lihat siapa sajakah mereka…
  1. Ibnu Sina
Nama lengkap beliau adalah Abu Ali Al-Husaini ibn Abdullah bin Sina. Sarjana-sarjana Barat sangat mengenal beliau dan menyebutnya dengan Avicena. Ketika masih kecil beliau telah Hafal Al-Qur’an, menguasai ilmu grammar bahasa Arab (Nahwu – Shorof) serta mendalami ilmu Fiqih. Ia belajar ilmu Mantik pada seorang guru filsafat, bahkan gurunya terkejut karena kecerdasan beliau.
Pada usia 17 tahun, beliau telah menguasai semua ilmu kedokteran melebihi siapapun. Karena itulah beliau akhirnya diangkat menjadi konsultan dokter yang praktik saat itu. Ibnu Sina terkenal sebagai Bapak Kedokteran Dunia. Bukunya yang terkenal yaitu Qanun Fit-Thiib (Dasar-Dasar Ilmu Kedokteran) yang menjadi rujukan utama saat itu.
  1. Ibnu Rusyd
Nama aslinya adalah Abdul Wahid Muhammad bin Ahmad bin Rusyd. Di Barat beliau dikenal dengan nama Averus. Beliau belajar Matematika, Astronomi, Filsafat dan Kedokteran antara lain pada Ibnu Basykawal, Ibnu Massaroh dan Abu Ja’far Harun. Karyanya Al-Kulliyat telah diterjemahkan ke pelbagai bahasa. Karena kepandaiannya beliau diangkat sebagai dokter pribadi seorang Khalifah di Maroko.
  1. Ar-Razi
Bernama lengkap Abu Bakar Muhammad ibn Zakaria Ar-Razi. Di dunia Barat beliau dukenal dengan nama Rhazes. Beliau terkenal sebagai dokter pertama dalam pengobatan ilmu jiwa, yaitu pengobatan yang dilakukan dengan memberi sugesti bagi penderita psikosomatis (gangguan emosi dan mental).
  1. Al-Khowarizmi
Beliau adalah bapak Aljabar. Karyanya yang terkenal yaitu Kitab Al-Jabru wal Muqabbala. Dari buku ini kita mengenal ilmu Aljabar yang diajarkan di pelbagai sekolah di dunia termasuk di Indonesia. Beliau juga yang menemukan angka nol. Di Barat beliau dikenal dengan nama Alghorizm. Nama beliau diabadikan menjadi nama sebuah ilmu matematika yang disebut Algoritma.
  1. Jamsyid Giatsuddin Al-Kasyri
Beliau hidup pada abad ke-17. Beliau adalah ulama’ yang sangat pandai dalam hal agama dan ilmu pengetahuan. Beliau adalah seorang Professor dalam bidang Matematika dan Astronomi di Universitas Samarkand. Beliaulah peletak dasar aritmatika yang dilakukan atas dasar slide rule yang dianggap sebagai penemuan ilmiah paling penting dalam matematika pada abad kini. Buku karangannya yang terkenal yaitu Makhutu Miftahil Hisab.
  1. As-Simay
As-Simay adalah seorang yang ahli dalam bidang Biologi. Salah satu buku hasil karya beliau yang terkenal adalah Kitabun Nabati was Syujjar. Buku ini mengupas masalah biologi, terutama bidang tumbuh-tumbuhan dan pepohonan.
  1. Ibnul Awwan
Ibnu Awwan adalah seorang yang ahli dalam bidang pertanian. Bukunya yang terkenal yaitu Al-Fallah.
  1. Al-Jahiz
Al-Jahiz adalah seorang yang ahli dalam bidang biologi, khususnya bidang ilmu hewan. Karyanya yang terkenal adalah Al-Hayawan.
  1. Sabit bin Qurrah Al-Hirany
Beliau seorang yang ahli dalam bidang matematika. Karyanya yang terkenal antara lain Kitab Hisabul Ahillah dan Kitabul ‘Adad.
  1. Ibnu Haitsam
Beliau juga termasuk orang yang ahli dalam matematika. Kitab karangannya yang terkenal adalah Kitab Qaulun fi Halli Masalatil ‘Adadiyah, Muqaddimah Dalilul Musaba, dan Ta’liqun fil Jabr.
  1. Abu Abdillah Al-Qazwani
Dilahirkan pada abad ke-7 Hijriyah. Beliau adalah seorang ulama’ yang ahli dalam bidang sejarah. Kitab yang dikarangnya, Asarul Bilad wa Akhbarul Bilad adalah kitab terbaik pada masanya.
  1. Abu Ar-Raihan Al-Bairuni
Beliau telah menyusun Kitab Al-Atsar Al-Baqiah yang merupakan kitab pertama di dunia yang meneliti tentang sejarah, perbedaan bulan, tahun, penanggalan, sebab, dan cara mengistinbatkannya. Kitab lain yang terkenal adalah Tahqiqu lil Hindi min Ma’qulah Maqbulatun fi ‘Aqli au Marzulah. dianggap sebagai kitab yang mengadakan studi tentang India secara lengkap. Di dalamnya dijelaskan sifat-sifat alamnya, tanahnya, cuacanya, adat penduduknya, pertumbuhannya dan asal-usulnya.
Merekalah diantara tokoh-tokoh Islam lain yang juga memberi sumbangsih besar bagi ilmu pengetahuan, dan nama mereka tercatat dalam tinta emas sejarah. Karena itu bersemangatlah dalam belajar dan bekerja untuk menghasilkan yang terbaik bagi nusa, bangsa dan agama. Firman Allah :
يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Mujadilah : 11)