Sabtu, 14 April 2012

laporan kasus Bronchopneumonia



LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN BRONCHOPNEUMONIA
DI RUANG C1L2 (ANAK) RS. Dr KARIADI SEMARANG




Disusun oleh :
Ricky Priyatmoko




POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMARANG
2012
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN BRONCHOPNEUMONIA
DI RUANG C1L2 (ANAK) RS. Dr KARIADI SEMARANG
 

PENGKAJIAN
Tanggal masuk            : 30 April 2012                        Praktikan         :
Jam                              : 19.15 WIB                            NIM                :
Ruang                          : C1L2 ( Anak )
No. Reg.                      : C346907

 


Identitas

Nama                           : An. A
Umur                           : 2 bulan 28 hari
Nama Ayah                 : Tn. J
Nama Ibu                    : Ny. I
Pekerjaan Ayah           : Buruh
Pekerjaan Ibu              : Ibu rumah tangga
Alamat                                    : Margohayu Rt/Rw 04/05, kec. Karangawen, Kab. Demak
Agama                         : Islam
Suku Bangsa               : Jawa
Pendidikan Ayah        : SLTA
Pendidikan Ibu           : SLTA

Keluhan Utama
Orang tua mengeluh anaknya sesak, batuk dan pilek

1.1  Riwayat Keperawatan
1.1.1        Riwayat Perawatan Sekarang
q   Penyakit waktu kecil
2 minggu sebelum masuk rumah sakit, orang tua pasien mengatakan anak panas tinggi, secara terus menerus serta panas menurun ketika diberi obat turun panas. Pasien menderita batuk serta pilek. Pasien tidak menggigil, tidak mengalami kejang. Pasien tidak mengalami mual serta muntah. BAK dengan jumlah cukup, warna kuning serta bau khas. BAB tidak mengalami gangguan warna hijau, konsistensi padat serta bau khas.
1 minggu yang lalu anak masih panas tinggi, naik turun. Pasien masih batuk dan pilek. Anak masih bersedia makan dan minum, BAB dan BAK tidak ada kelainan. Anak dibawa ke puskesmas dan diberi paracetamol sirup, namun belum ada perbaikan.
3 hari lalu anak masih panas tinggi, batuk dan pilek. Nafas anak tampak lebih cepat dari biasanya. Kelopak mata tampak bengkak, kaki tampak bengkak, terkadang muntah sekitar ¼ gelas kecil / sesuai yang dimakan. Anak tampak lemas. BAK dan BAB tidak ada kelainan. Lalu anak dibawa ke RS. Kota Semarang, diperiksa Lab. Darah dengan hasil :
Hb : 9,7 g/dL ; Leu : 96.700/µl ; Tr : 1.057.000/µl ; Hc : 30,9%
Dan mendapat rujukan ke RS. Dr. Kariadi
q   Pernah dirawat di rumah sakit
An. A pernah dirawat di RS Kota karena panas tinggi
q   Obat-obatan yang digunakan
Ibu mengatakan An.A pernah mendapatkan paracetamol sirup dari puskesmas
q   Tindakan operasi
An.A belum pernah dilakukan tindakan operasi.
q   Alergi
An.A tidak mempunyai riwayat alergi
q   Kecelakaan
An.A tidak pernah jatuh / cedera sampai dirawat di RS
q   Imunisasi
Ibu pasien mengatakan An.A belum pernah mendapatkan imunisasi





1.1.2        Riwayat Keperawatan Kelahiran
q   Pre Natal
Selama kehamilan ibu melakukan pemeriksaan ke bidan lebih dari 6 kali, imunisasi TT, tidak pernah menderita sakit selama hamil.
q   Intra Natal
An.A lahir ditolong oleh bidan, letak belakang kepala, spontan, langsung menangis, berat badan lahir 2800 gram, panjang badan 48 cm, umur kehamilan 9 bulan.
q   Post Natal
Bayi diasuh oleh kedua orang tua, diberikan ASI eksklusif, mulai awal bulan sudah diberikan makanan tambahan selerac.
 
1.1.3        Riwayat Keperawatan Keluarga
 












            Keterangan
                        = Perempuan
                        = Laki-laki
                        = Tinggal Serumah
           
 Dari kedua keluarga tidak ada riwayat bronchopneumonia


1.1.4        Riwayat Sosial
q Yang mengasuh     
An.A diasuh oleh kedua orang tuanya, kedua orang tua sangat menyayanginya.
q Hubungan dengan anggota keluarga
Hubungan antara anggota keluarga baik, ada komunikasi antar anggota keluarga. Saat dirawat di RS orang tua selalu menjaga pasien
q Pembawaan secara umum
An.A terlihat kurang aktif
q Lingkungan rumah
Keluarga mengatakan lingkungan rumahnya cukup bersih, ada jendela.

1.1.5        Riwayat Keperawatan Keluarga
q Berat Badan (dalam presentil)
BB = 7 kg
q Tinggi / panjang badan (dalam presentil)
PB = 64 cm
q Kebiasaan pemberian makan
An.A minum ASI eklusif
q Diit khusus
Selama dirawat anak A mendapatkan ASI 3 X 200 cc susu melalui NGT

1.1.6        Riwayat Sosial
q Pola istirahat /tidur
An.A mempunyai kebiasaan tidur siang jam 13.00 dan jika malam sering terjaga
q Pola kebersihan
An.A mandi  masih dibantu oleh ibunya
q Pola eliminasi
An.A sebelum sakit BAB 2X sehari, BAK 8 kali sehari, setelah sakit BAB 1x sehari
.
1.2  Pemeriksaan Fisik

Kesadaran             : GCS : E= 4, M= 6, V= 5 Composmentis
Nadi                      : 124x/ menit dengan kekuatan lemah
Pernafasan             : 60x/ menit dengan nafas cepat dan meningkat
Suhu tubuh            : 372 0 C
Kulit :
         Berkeringat, lembab, turgor baik.
         Warna kulit sawo matang, lembab, tidak ada bekas luka, elastis.
Mata :
         Konjungtiva    : tidak anemis
         Sclera              : tidak ikteric
         Pupil                : normal berbentuk bulat, diameter 3 mm kanan kiri dan reflek cahaya ( + ) langsung
Kepala :
         Rambut           : warna hitam, lurus,
         Kulit kepala     : tidak ada laserasi, kulit kepala berminyak.
Hidung :
         Septum deviasi tidak ada, concha normal, tidak ada polip, rongga hidung bersih, ada cuping hidung
Telinga :
         Daun telinga    : simetris  antara kanan dan kiri, bersih
         Liang telinga   : tidak terdapat serumen
         Fungsi pendengaran : bersih, tidak ada sekret/serumen, fungsi pendengaran tidak ada gangguan, bentuk simetris
Mulut :
         Mulut bersih, tidak berbau, bibir berwarna pucat, lidah bersih, mukosa lembab
Leher :
Tidak terdapat pembesaran kelenjar thyroid, tidak ditemukan distensi vena jugularis.

Dada :
Frekuensi : 65x/menit
Inspeksi     : Bentuk simetris dengan perbandingan anteroposterior:lateral kanan kiri=2:1, terdapat retraksi dinding dada
Palpasi       : tactil fremitus meningkat pada kedua sisi kanan dan kiri.
Perkusi      : sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : ronchi basah halus pada daerah lobus bawah
Jantung      : batas kiri dan kanan sulit dinilai

Perut :
Inspeksi     : Perut datar, tidak ada massa, lemas.
Auskultasi : Peristaltik usus normal 12 x/ menit.
Palpasi       : Tidak terdapat distensi abdominal maupun pembesaran hepar
Perkusi      : Timpani
Genetalia   :
Tidak ada jamur, Testis tindak oedem, skrotum tidak membesar, penis normal. Pada anus tidak terdapat hemoroid.
Ekstrimitas :
Ekstrimitas atas           : Simetris, tidak ada oedem, tidak terdapat sianosis
Ekstrimitas bawah       :  Simetris, tidak ada edema, tidak terdapat sianosis

1.3  Pemeriksaan Tingkat Perkembangan
Hasil pemeriksaan tgl 12 April 2012 didapatkan hasil :
q Personal Sosial
Þ                               Mampu mengamati tangannya
Kesimpulan : pada sektor personal tidak ada ketelambatan pada an. A
q Motorik Halus
Þ                               Mampu memegang icik - icik
Þ                               Mampu membuat tangan bersentuhan
Þ                               Mampu mengikuti gerakan 180 derajat
Þ                               Mengamati manik - manik

Kesimpulan : Motorik halus sesuai denagn anak usia 3 bulan

q Bahasa
Þ                               Mampu tertawa
Þ                               Mampu berteriak
Þ                               Mampu menoleh ke bunyi icik – icik
Þ                               Mampu meniru bunyi kata - kata
Kesimpulan : bahasa sesuai dengan anak usia 3 bulan

q Motorik kasar
Þ                               Mampu mengangkat kepala
Þ                               Mampu membalik
Þ                               Mampu duduk kepala tegap
Þ                               Mampu menumpu beban pada kaki
Þ                               Dada terangkat menumpu 1 lengan
Kesimpulan : motorik kasar sesuai dengan anak usia 3 bulan


1.4  Pemeriksaan Diagnostik
I. Laboratorium
      Tanggal 9 April 2012
Hematologi
Hb                   : 8,20 gr/ dL                           
Hematokrit      : 27,8 %                                  
Erythrosit        : 3,64 juta/ mmk                                 
MCV               : 76,4 fL
MCH               : 22,5 pg
MCHC                        : 29,5 gr/ dL
Leukosit         : 26,4 ribu/ mmk                   

Hitung Jenis Darah Tepi
Eosinofil          : 2%
Basofil             : 0%
Batang             : 0%
Segmen           : 58%
Limfosit          : 30%
Monosit           : 6%
Eritrosit           : anisitosis ringan poikilositosis sedang
Trombosit        : jumlah meningkat, bentuk normal
Leukosit          : jumlah tampak meningkat, limfosit teraktivasi +, smudge cell +
RDW               : 17,4 %
MPV               : 7,60 fL         

Program Terapi ( 9 April 2012 )

O2 Headrop
Suction periodik
Inj. Ceftriaxon 2x 300 mg iv
Infus D5 ¼ Ns 480/20/5
Inj. Ca Glukonas 2x3,5 cc “iv pelan”
Paracetamol 4-6 x ¾ tab jika T ≥ 380 C
Tranfusi albumin 2x pemberian 20% dgn indikasi albumin < 1 mg/dL

Diit : ASI (NGT)








DAFTAR MASALAH

 NO

TGL/ JAM
DATA FOKUS
MASALAH/DP
TGL/JAM TERATASI
TTD
1.










2.








9 April 2012
11.00 WIB









9 April 2012
11.00 WIB



S : orang tua mengeluh an. A sesak, batuk dan pilek
O :
-         Batuk, pilek
-         Ronkhi basah halus
-         Produksi sputum berlebih
-         Sesak nafas (dispnea)
-         Nafas cepat dan meningkat
-         RR : 60x/menit


S : -
O :
-         Leukosit 26,4 ribu gr/dl
-         Terpasang infus D5% 5 tetes/menit
-         T: 372 0 C
Gangguan bersihan jalan nafas b.d akumulasi sekret di bronkus







Resti penyebaran infeksi b.d infeksi pada parenkim paru
11 April 2012










11 April 2012













RENCANA PERAWATAN

No
TGL/JAM

DP

 

TUJUAN
INTERVENSI
TTD
1.
















2.

9 April 2012
11.00 WIB















9 April 2012
11.00 WIB








Gangguan bersihan jalan nafas b.d akumulasi sekret di bronkus











Resti penyebaran infeksi b.d infeksi pada parenkim paru
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 X 24 jam, tidak terjadi gangguan bersihan jalan nafas dengan KH :
-         Tidak ada dispneu
-         Tidak ada suara ronchi
-         Freukensi pernafasan antara 30 – 40 x/menit
-         Produksi sputum berkurang






Setelah dilakukan tindakan selama 2 X 24 jam, tidak terjadi resiko tinggi penyebaran infeksi dengan KH :
-         Leukosit dbn (5.000 - 10.000gr/dl)
-         Posisikan klien semi fowler
-         Berikan O2 lembab sesuai dengan program : O2 headrop dgn saturasi O2 98%
-         Pantau adanya suara nafas tambahan
-         Kolaborasi pastural drainage dengan fisioterapi
-         Lakukan suction saat hipersekresi
-         Berikan obat sesuai program
Inj. Ceftriaxon 2x 300 mg iv
Inj. Ca Glukonas 2x3,5 cc


-         Monitor tanda – tanda infeksi
-         Anjurkan ortu untuk cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan an. A
-         Berikan antibiotika sesuai pogram


CATATAN KEPERAWATAN
No
TGL/JAM
DP
CATATAN KEPERAWATAN
RESPON
TTD
1.













2.




10-4-2012
15.00 WIB
15.10

15.15


20.00


22.00



15.30




22.00



11-4-2012
15.00 WIB
15.10

15.15


20.00


22.00



15.30




22.00

Gangguan bersihan jalan nafas b.d akumulasi sekret di bronkus








Resti penyebaran infeksi b.d infeksi pada parenkim paru



Gangguan bersihan jalan nafas b.d akumulasi sekret di bronkus








Resti penyebaran infeksi b.d infeksi pada parenkim paru
-         memposisikan klien semi fowler

-         memberikan O2 lembab sesuai dengan program
-         memantau adanya suara nafas tambahan

-         membantu dokter melakukan suction
-         memberikan obat sesuai program
Inj. Ceftriaxon 2x 300 mg iv
Inj. Ca Glukonas 2x3,5 cc


-         menganjurkan pengasuh untuk cucitangan sebelum dan sesudah kontak dengan an. A


-         memberikan antibiotika sesuai pogram


-         memposisikan klien semi fowler

-         memberikan O2 lembab sesuai dengan program
-         memantau adanya suara nafas tambahan

-         membantu dokter melakukan suction
-         memberikan obat sesuai program
Inj. Ceftriaxon 2x 300 mg iv
Inj. Ca Glukonas 2x3,5 cc


-         menganjurkan pengasuh untuk cucitangan sebelum dan sesudah kontak dengan an. A


-         memberikan antibiotika sesuai pogram
Pasien tampak lebih nyaman
Pasien terpasang O2 headrop 98 %
Terdengar suara bronkhi basah halus pada bronkus bawah
Sputum keluar

Obat masuk tanpa alergi



Pengasuh bersedia mencuci tangan apabila hendak kontak dengan anak A
Obat masuk tanpa alergi


Pasien tampak lebih nyaman
Pasien terpasang O2 headrop 98 %
Terdengar suara bronkhi basah halus pada bronkus bawah
Sputum keluar

Obat masuk tanpa alergi



Pengasuh bersedia mencuci tangan apabila hendak kontak dengan anak A
Obat masuk tanpa alergi



CATATAN PERKEMBANGAN
No
TGL/ JAM
DP
CATATAN PERKEMBANGAN
TTD
1.






2.




11 April 2012
12.00 WIB





11 April 2012
12.00 WIB


1






2


S : orang tua mengatakan anaknya sudah
     jarang batuk
O :
-         RR 55 X/meit
-         Ronkhi basah masih terdengar
A : masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan semua intervensi
S : -
O :
-         Tidak ada tanda – tanda infeksi
-         T : 3680 C
A : masalah teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi 1 dan 2


laporan kasus Febris



                                               LAPORAN KASUS

               ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. R DENGAN FEBRIS
DIRUANG KLINIK ANAK RS. Dr KARIADI SEMARANG




Disusun oleh :
Ricky Priyatmoko





POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG
PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMARANG
2012


                                ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. R DENGAN FEBRIS
DIRUANG KLINIK ANAK RS. Dr KARIADI SEMARANG
 

PENGKAJIAN
Tanggal masuk            :  2012                                     Praktikan         :
 Jam                             : 09.19 WIB                            NIM                :
Ruang                          : Klinik Anak
No. Reg.                      : B357492

 


Identitas

Nama pasien                 : An. R
Umur                            : 7 tahun
Jenis kelamin                 : laki- laki
Suku/ bangsa                : Jawa/ Indonesia
Agama                         : Islam
Pendidikan                   : SD
Pekerjaan                    : Pelajar
Alamat                         : Jatingaleh, Jl. Ngesrep, Banyumanik, Semarang
MRS                           : 3 April 2012, Jam 09.19 WIB
Tgl. Pengkajian            : 3 April 2012, Jam 10.00 WIB
Diagnosa Medis           : Febris

Penanggung Jawab  
Nama                           : Tn. T
Umur                            : 37 tahun
Hubungan dg pasien      : Ayah
Suku/ bangsa                : Jawa/ Indonesia
Agama                          : Islam
Pekerjaan                     : Swasta
Alamat                          : Jatingaleh, Jl. Ngesrep, Banyumanik, Semarang
Keluhan Utama
Panas dengan suhu 40,40 C
1.1  Riwayat Keperawatan
1.1.1        Riwayat Perawatan Sekarang
3 hari sebelum masuk rumah sakit, ayah pasien mengatakan anak panas tinggi, secara terus menerus. Pasien mengeluhkan adanya batuk serta pilek. Pasien tidak menggigil, tidak mengalami kejang, panas menurun ketika diberi obat turun panas. Pasien tidak mengalami mual serta muntah. Pasien ketika masuk rumah sakit juga mengalami nyeri ulu hati tapi tidak menjalar. Pasien mengatakan nafsu makan berkurang. BAB dan BAK tidak mengalami kelainan.
Saat datang ke klinik anak suhu anak 40,40 C dan diberi minum paracetamol 500mg

1.1.2        Riwayat Keperawatan yang Lalu
Pasien pernah melakukan perawatan di Rumah Sakit Kariadi dengan riwayat penyakit kulit dermatitis atropi pada tahun 2011 dan telah menjalani pengobatan saat itu sampai penyakitnya sembuh. Pasien mengaku sejak sembuh sampai sekarang, tidak pernah mengalami penyakit kulit lagi. Anak tidak mengalami alergi obat.
Pasien

1.1.3        Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga pernah menderita sakit yang dialami pasien saat ini dan telah sembuh. Tidak ada riwayat DM maupun hipertensi ataupun penyakit menular.

1.1.4    Riwayat Tumbuh Kembang
Anak tidak terdapat kelainan dalam pertumbuhan maupun perkembangannya.       




1.1.4       Pola Fungsional (Gordon)
1.      Pola manajemen kesehatan
Menurut orang tua klien, kesehatan merupakan hal yang penting sehingga setiap ada anggota keluarga yang sakit selalu dibawa ke puskesmas atau instalansi kesehatan terdekat. Klien berasal dari keluarga yang mampu dan orang tua selalu menjaga kesehatan klien.

2.      Pola kebutuhan nutrisi
Saat dirumah, klien menjaga pola makannya sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.  Pasien makan 4-5 x sehari dengan porsi sedang. Setelah sakit pasien mengalami penurunan nafsu makan, 2-3 x sehari. BB saat ini 31,1 kg.

3.      Pola eliminasi
Pola eliminasi pasien sebelum sakit BAB 1-2x / hari dan BAK 4 x / hari.

4.      Pola aktifitas
Sebelum sakit pasien sering bermain bersama teman-temannya. Ayahnya mengatakan klien sangat periang dan sering bermain di dalam rumah. Namun, terkadang bermain di sungai mencari ikan. Saat dikaji klien tampak kesakitan dan lemah. Saat berjalan kaki kanan terasa sakit sehingga kaki tidak diangkat ketika berjalan.

5.      Pola istirahat
Pola istirahat tidur pasien sebelum sakit tidak ada masalah yaitu 89 jam/ hari.

6.      Pola persepsi kognitif
Klien mengeluhkan seluruh tubuh terasa sakit.



7.      Pola konsep diri
Pasien belum mengerti tentang dirinya dan masih membutuhkan bantuan orang tua untuk setiap tindakan yang dilakukannya.

8.      Pola peran dan hubungan
Pasien sangat dilindungi oleh keluarganya, terlihat selalu dalam pengawasan orang tua saat dilakukan pengkajian.

9.      Pola reproduksi dan seksual
      Pasien seorang anak.

10.  Pola pertahanan diri
Klien belum dapat menjaga dirinya dan masih dalam pengawasan orang tuanya. Setiap merasa terganggu pasien menangis dan memanggil ayahnya.

11.  Pola keyakinan dan nilai
Klien belum mengerti tentang kebutuhan spiritualnya, pasien beragama islam.
.
1.2  Pemeriksaan Fisik

Kesadaran             : GCS : E= 4, M= 6, V= 5 Composmentis
Nadi                      : 110x/ menit dengan kekuatan lemah
Pernafasan             : 28x/ menit dengan irama reguler
Suhu tubuh            : 404 0 C
Tekanan darah       : 120/ 90 mmHg

Kulit :
         Berkeringat, lembab, turgor baik, tampak kemerahan di seluruh tubuh.
         Warna kulit pucat.


Mata :
         Konjungtiva    : tidak anemis
         Sclera              : tidak ikteric
         Pupil                : normal berbentuk bulat, diameter 3 mm kanan kiri dan reflek cahaya ( + ) langsung

Kepala :
         Rambut           : warna hitam, lurus,
         Kulit kepala     : tidak ada laserasi, kulit kepala berminyak.
Hidung :
         Septum deviasi tidak ada, concha normal, tidak ada polip, rongga hidung bersih, tidak ada cuping hidung
Telinga :
         Daun telinga    : simetris  antara kanan dan kiri, bersih
         Liang telinga   : terdapat serumen
         Fungsi pendengaran : teling kiri masih dalam masa pengobatan
Mulut :
         Mulut bersih, tidak berbau, bibir berwarna pucat, lidah bersih, mukosa lembab
Leher :
Tidak terdapat pembesaran kelenjar thyroid, tidak ditemukan distensi vena jugularis.
Dada :
Paru- paru
Inspeksi     : Bentuk simetris dengan perbandingan anteroposterior:lateral kanan kiri=2:1, pergerakan dada sewaktu ekspirasi dan inspirasi simetris
Palpasi       : tactil fremitus normal antara sisi kanan dan kiri.
Perkusi      : sonor seluruh lapang paru
Auskultasi : suara dasar vesikuler, tidak terdapat bunyi ronchi
Perut :
Inspeksi     : Perut datar, tidak ada massa, lemas.
Auskultasi : Peristaltik usus normal 12 x/ menit.
Palpasi       : Tidak terdapat distensi abdominal maupun pembesaran hepar
Perkusi      : Timpani
Genetalia :
Tidak ada jamur, Testis tindak oedem, skrotum tidak membesar, penis normal. Pada anus tidak terdapat hemoroid.
Ekstrimitas :
Ekstrimitas atas           : Simetris, tidak ada oedem, tidak terdapat sianosis
Ekstrimitas bawah       :  Simetris, tidak ada edema, tidak terdapat sianosis



1.3  Pemeriksaan Diagnostik
I. Laboratorium
      Tanggal 3 April 2012
Hematologi                                                    
Hb                   : 11,46 gr/ dL                         
Hematokrit      :   33 %                                   
Erythrosit        :   4,86 juta/ mmk                               
MCV               : 67,74 fL
MCH               : 23,56 pg
MCHC                        : 34,78 gr/ dL
Leukosit          : 18,74 ribu/ mmk                   
Trombosit        : 316,6 ribu/ mmk                   
RDW               : 12,97 %
MPV               7,11 fL        

Program Terapi ( 3 April 2012 )
Salbutamol tab 4 mg 3x1 hari
Ambroksol tab 15 mg 3x1 hari
Rhinofed tab 40 mg 3x1 hari
Metil prednisolon tab 8 mg 3x1 hari


DAFTAR MASALAH


 NO

TGL/ JAM
DATA FOKUS
MASALAH/DP
TGL/JAM TERATASI
TTD
1.





2.








3 April 2012
10.00 WIB




3 April 2012
10.00 WIB



Pasien panas tinggi
Suhu tubuh 40,4 0 C




Pasien mengatakan tubuhnya seperti tidak bertenaga, lemas, jika berjalan kaki kanan terasa sakit jika diangkat

RR : 28 x/ menit
Nadi : 110x/menit
Kulit dan bibir pucat

Hyperthermia berhubungan dengan proses infeksi



Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.











3 April 2012





5 April 2012














RENCANA PERAWATAN

No
TGL/JAM

DP

 

TUJUAN
INTERVENSI
TTD
1.









2.

3 April 2011
11.00 WIB








3 Agustus 2011
11.00 WIB














Hypertermia b.d proses infeksi







Intoleransi aktivitas b.d. kelemahan fisik












Temperatur dalam batas normal setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam
Kriteria Hasil:
   Suhu tubuh stabil 36-370C




Toleransi aktivitas pasien meningkat setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam
KH   :
   RR :20 kali/menit
   Nadi: 116 kali/menit
   Kulit dan bibir tidak pucat

1.Pantau suhu klien,  perhatikan menggigil / diaforsis
2. Berikan minuman sesuai kebutuhan
3. Berikan methylprednisolon 3x 15mg /hari



1.      Ukur tanda – tanda vital sebelum dan sesudah beraktivitas
2.    Tingkatkan aktivitas perawatan diri klien
3.  Ajarkan pasien metode penghematan energy untuk aktivitas:
Luangkan waktu istirahat selama aktivitas, lebih baik duduk daripada berdiri  saat melakukan aktivitas kecuali hal ini memungkinkan
4.  Identifikasi dan dorong kemajuan  klien



CATATAN KEPERAWATAN
No
TGL/JAM
DP
CATATAN KEPERAWATAN
RESPON
TTD
1.









2.




3 April 2012








3 April 2012
Hypertermia b.d proses infeksi







Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik
1.      Pantau suhu klien setiap 2 jam,  perhatikan menggigil / diaforsis

2.      Berikan minuman sesuai kebutuhan


3.      Berikan methylprednisolon 3x 15mg /hari

1.      Ukur tanda – tanda vital sebelum dan sesudah beraktivitas




2.      Tingkatkan aktivitas perawatan diri klien
3.      Ajarkan pasien metode penghematan energy untuk aktivitas:
Luangkan waktu istirahat selama aktivitas, lebih baik duduk daripada berdiri  saat melakukan aktivitas kecuali hal ini memungkinkan
4.      Identifikasi dan dorong kemajuan  klien
Suhu  pasien 400 C

Pasien minum air putih sesuai kebutuhan


Pasien meminum obat tanpa alergi

Sebelum
Nadi : 110x/menit
Nafas: 28x/menit
Setelah
Nadi : 110x/menit
Nafas: 24x/menit
Pasien bekerjasama dengan baik
Pasien mendengar dan mengaplikasikannya









CATATAN PERKEMBANGAN
No
TGL/ JAM
DP
CATATAN PERKEMBANGAN
TTD
1.





2.




3 April 2012
12.00 WIB




3 April 2012
12.00 WIB


1





2


S  : -
O : Suhu 39,80C
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan semua intervensi
   

S  : Pasien mengatakan badan terasa lebih baik.
O : pasien tampak rileks
A   : Masalah teratasi sebagian
P   :  Lanjutkan semua intervensi