seberkas cahaya silau menyoroti latar yang gelap, memecahkan kegelapan hari - hari yang sunyi, semua hilang angan tanpa beban, terbang bak asap yang bertuju ke puncak awan..
semua menjauh untuk kebersamaan, kebahagiaan yang abadi.. dilandasi kekerabatan hati - hati yang sehati..
disini adalah proses, bukan ujung ataupun hasil dari kerja keras, namun proses untuk setetes kebahagiaan berkumpul dengan keluarga, ada banyak hal yang harus di pertimbangkan, dan aku sudah mencoba memahami serta menjalaninya, namun aku masih tak mampu, untuk membagi antara fikiran, angan, dan hati.. aku selama ini bergerak dengan fikiranq, untuk menncapai kebahagiaan hati yang abadi, jujur q sangat terbebani dengan tanggung jawab ini, sehingga q blm mampu untuk membagi antara fikiran dgn hatiq.. aku tahu q selalu berfikir untuk waktu selanjutnya, langkah demi langkah aku fahami sebab dan akibatnya, dan ini hanyalah proses, sayangnya aku belum mampu untuk menjalankan setiap proses tersebut dengan berbagi hati..
tidak ada yang pasti dalam hidup ini, setiap waktu yang kita jalani bukanlah kita yang menghendaki, namun semua karena kehendak Tuhan. aku sama halnya dengan kita semua, manusia yang tak luput dari dosa dan memiliki kebebasan dalam menentukan dirinya sendiri.
Sabtu, 24 Desember 2011
Selasa, 22 November 2011
jarak 2 meter
di cikarang, tepatnya perumahan megaregency cikarang. disini terdapat dua kebudayaan yang lumayan jauh berbeda, yaitu antara masyarakat pendatang dan suku sunda asli. ada beberapa perbedaan yang mencolok antara kedua masyarakat tersebut. biwasal, masyarakat pendatang merupakan kumpulan keluarga yang membeli rumah di perumahan mega regency. sedangkan suku asli sunda merupakan penduduk asli cikarang yang enggan menjual tanah serta rumahnya kepada para pengembang yang masih memukim di sekitar perumahan bahkan di tengah - tengah perumahan. walaupun jumlah keseluruhan mereka tidaklah lebih dari 30 keluarga.
malahan mereka menganggap para pengembang adalah penjajah, (malah jadi kembali ke jaman kolonial..) coz mereka membeli tanah mereka dengan harga murah lalu menjual kepada para pendatang dengan harga tinggi, so para penduduk kampung merasa dibodohi. dan para pendatang pun dianggap membawa kebudayaan yang jauh di atas standar perekonomian mereka, ea meskipun hal tersebut nyata adanya. alhasil hal inipun menciptakan gate antara para pendatang yang membeli tanah di perumahan mega regency dan para penduduk asli. dan gate tersebut hanya berjarak 2 meter. hanya antara jarak 2 meter telah nampak dengan jelas perbedaan status, perekonomian, gaya hidup serta dalam kemasyarakatannya..
ini terdapat foto yang menggambarkan perbedaan tersebut.
malahan mereka menganggap para pengembang adalah penjajah, (malah jadi kembali ke jaman kolonial..) coz mereka membeli tanah mereka dengan harga murah lalu menjual kepada para pendatang dengan harga tinggi, so para penduduk kampung merasa dibodohi. dan para pendatang pun dianggap membawa kebudayaan yang jauh di atas standar perekonomian mereka, ea meskipun hal tersebut nyata adanya. alhasil hal inipun menciptakan gate antara para pendatang yang membeli tanah di perumahan mega regency dan para penduduk asli. dan gate tersebut hanya berjarak 2 meter. hanya antara jarak 2 meter telah nampak dengan jelas perbedaan status, perekonomian, gaya hidup serta dalam kemasyarakatannya..
ini terdapat foto yang menggambarkan perbedaan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)