Minggu, 26 September 2010

kenapa ?

ce :
Mengapa kamu menyukaiku?
Mengapa kamu mencintaiku?

co :
Aku tidak dapat menjelaskannya alasannya…
tetapi aku sungguh menyukaimu

ce :
Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan padaku,
bagaimana kamu dapat berkata kamu menyukaiku?
bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintaiku ?

co :
Aku sungguh tak tau alasannya,
tetapi aku bisa buktikan bahwa aku mencintaimu.

ce :
Bukti? Tidak! Aku mau kamu menjelaskan alasannya.
Pacar temanku bisa berkata pada temanku alasan dia mencintai temanku,
tetapi kamu gak bisa!

co :
Ok ok !!! Hmm …
karena kamu cantik,
karena suaramu merdu,
karena kamu penuh perhatian,
karena kamu mengasihi,
karena kamu bijaksana,
karena senyummu,
karena setiap gerakkanmu.


Sayangnya, beberapa hari kemudian, sang cewek mengalami kecelakaan dan mengalami koma. Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya, yang isinya :

Kekasihku,

Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu…
sekarang dapatkah kamu berbicara? Tidak!
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena kamu penuh perhatian dan peduli maka saya menyukaimu…
Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena senyummu, karena setiap gerakanmu maka saya mencintaimu.
Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Jika cinta memerlukan alasan, seperti sekarang,
maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai kamu lagi.

Apakah cinta memerlukan alasan?

TIDAK!

Oleh karena itu, aku masih tetap mencintaimu
dan Cinta tidak memerlukan alasan.

—–

Tetapi jika cinta tetap memerlukan alasan…
maka alasannya hanya satu…

Aku Mencintaimu karena Allah…

Rabu, 08 September 2010

setengah mati merindukanmu32

mengapa waktu tak pernah berpihak kepadaku apakah aku terlalu, terlalu banyak berkelana mengapa kita masih saja tak pernah bersatu selalu saja bertemu, bertemu saat kau milik yang lain mungkin kau bukanlah jodohku, bukan takdirku terus terang aku merindukanmu, setengah mati merindu tiada henti merindukanmu masih hatiku untukmu, aku tetap menunggumu mengapa waktu tak pernah berpihak kepadaku apakah aku terlalu, terlalu banyak berkelana mungkin kau bukanlah jodohku atau bahkan bukan takdirku terus terang (terus terang) aku merindukanmu, setengah mati merindu tiada henti merindukanmu masih hatiku untukmu, aku tetap menunggumu aku merindukanmu, setengah mati merindu aku merindukanmu, masih hatiku untukmu aku tetap menunggumu (ku tetap menunggu) (setengah matiku menunggumu) menunggumu aku tetap menunggumu